Senin, 05 Oktober 2015


PENGKAJIAN KEADAAN SUMBERDAYA ALAM GAMPONG MEUNASAH TUNOENG












PRAKTEK LAPANGAN
PELATIHAN PRA




        I.            Latar Belakang
Pengkajian keadaan sumberdaya alam gampong dilakukan dalam rangka praktek lapangan yang dilakukan dalam pelatihan PRA yang diselenggarakan oleh YRBI bekerjasama dengan FFI . kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada pendamping dan calon pendamping dalam melakukan kegiatan pendampingan kegiatan adaptasi dan imitigasi perubahan iklim dengan pendekatan multipihak.  Dalam kegiatan praktek lapangan ini dilakukan pengkajian keadaan sumberdaya Gampong dengan melihat perubahan-perubahan dalam pengelolaan sumberdaya alam yang dikelola oleh masyarakat di tingkat gampong.
A.     Tujuan dan Sasaran
Tujuan kegiatan adalah menggali perubahan-perubahan dalam pengelolaan sumberdaya alam ditingkat gampong. Dengan sasaran yang ingin dicapai adalah:
1.       Diperolehnya gambaran perubahan-perubahan dan aturan pengelolaan sumberdaya alam oleh masyarakat
2.       Ditemukan factor-faktor pendukung dan kendala yang mempengaruhi pengelolaan sumberdaya alam oleh masyarakat

B.     Metode dan Tehnik Kajian
Pengkajian keadaan sumberdaya gampong dilakukan dengan menggunakan metode dan teknik RRA dan PRA. Kajian yang dilakuan antara lain:
-          Sejarah Asal usul dan Kejadian Gampong dan Mukim
Tahun kejadian
kejadian
Keterangan


·    


·    


·    


·    
-          Transek
-          Kalender Musim dan harian
-          Analisa sebab akibat
-          Tabel perubahan adat , peran lembaga adat dan upaya baru
Tahun
Peru ahan aturan adat
Peran lembaga adat
Upaya baru (Inisiatif) yang dilakukan





















-          Diagram ven Hubungan antar kelembagaan Gampong dan Mukim terkait pengelolaan Sumberdaya Alam

     II.            Proses Kegiatan
Kegiatan pengkajian dilakukan oleh tim dengan membagi tugas kajian, bertujuan untuk mengoptimalkan waktu yang disediakan di lapangan. Adapun alur kegiatan yang dilakukan di lapangan adalah sebagai berikut:





C.      Waktu kegiatan
Waktu kegiatan dilakukan selama 4 (empat) hari, dimulai dari tanggal 16 – 19 September 2015, dengan pembagian waktu sebagai berikut:
D.     Pelaksana
Tim pelaksana terdiri dari 5 orang yaitu:
Ketua : Yoes Riza Maulidi
Anggota :
1.       Muhammad Idrus
2.       Mustofa Ali
3.       Reza Maulana
4.       Muhammad Arifin

E.      Lokasi Kegiatan
Praktek lapangan dilakukan di Gampong Meunasah Tunoeng , Mukim Lamkabeu Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar, Provinsi NAD.

   III.            Hasil Kajian
A.     Sejarah Asal usul Gampong dan adat istiadat Gampong
Asal usul Gampong Meunasah Tunoeng berasal dari Gampong Lamkabeu yang dulunya terdiri dari dua gampong, yaitu Lhamkeubeu (Meunasah Tunoeng sekarang) terletak di pemukiman atas dan Meunasah Bate lee terletak di pemukiman bawah. kemudian kemudian Gampong Lamkabeu dilakukan pemekaran menjadi Gampong Meunasah Tunoeng dan Gampong Batee lhee. Di katakan Batee Lhee karena jauh dari kampong tersebut dengan pasar atau jalan raya 3 Batu (3 Km) . orang zaman dahulu menyebut kilometer dengan bate (batu) maka jadilah desa tersebut Batee Lhee.
 Pada zaman dahulu nama Lamkabeu diberi nama oleh Raja Teuku Panglima Polem. Awal ceritanya ketika berjalan mengelilingi aceh dengan kerbau yang di kendarainya terperosok masuk ke dalam lumpur. maka  Raja Teuku Panglima Polem berdiam di tempat itu tepatnya di Meunasah Tunoeng sekarang. Di situlah Teuku Panglima Polem kemudian menamakan gampong tersebut LHAM KEUBEU (kerbau tenggelam).
Pada zaman itu Teuku Panglima Polem melakukan aktivitas sehari hari di gampong lamkabeu tepatnya meunasah tunoeng sekarang .dan sampai sekarang meunasah tunoeng jadi pusat kegiatan dari Mukim lamkabeu. di namakan meunasah tunoeng karena yg bepergian dari batee lhee sering menyebut ke tunoeng (Atas).
Sejarah kepemimpinan gheucik dari  masa ke masa sejak tahun 1945 sampai sekarang yaitu:
1.       Harun                                           1945-1967
2.       Husen                                           1968-1973        
3.       Ismail                                           1973-1977        
4.       Harun                                           1977-1981        
5.       Armia                                           1981-1986
6.       Harun                                           1986-1995
7.       Armia                                           1995-2000         Konflik RI dan GAM  tahun 1998 s/d 2004
8.       Hasbi                                            2000-2004        
9.       Maimun ahmad                       2005-2011
10.    Jamaluddin                               2011-2013         PJ keuchiek
11.    Samsol bahri                            2013-sekarang
Pada tahun 1945 – 1967 gampong di pimpin oleh keuchiek harun dan wakil keuchiek dalam bahasa aceh disebut waki yang pada saat itu masih dalam penjajahan kolonial belanda , dan pada tahun 1943 – 1953 gampong masih di pimpin keuchiek harun , Indonesia telah merdeka beberapa tahun dan nama waki diganti dengan sebutan sekretaris. kemudian pada tahun 1953 – 1992 gampong dipimpin oleh keuchiek sen , pada tahun 1992 – 1996 keuchik gampong ismail sekretaris Marwan , pada tahun 1996 – 2004 masih keuchiek harun dan sekretaris samsuar dalam keadaan konflik RI dan GAM , pada tahun 2004 – 2011 dipimpin oleh Maimun ahmad dan sekretaris Jamaluddin , dan pada tahun 2013 sampek sekarang di pimpin keuchiek Samsol Bahri dan sekretaris Jamaluddin.
Gampong Meunasah Teunong di dalam wilayah Mukim Lamkabeu masih mempertahankan adat istiadat yang telah turun menurun dari nenek moyang kerajaan. Adat istiadat yang masih berjalan diantaranya adalah:
Adat istiadat
Keterangan
Lokasi
-          Kenduri blang (balee lueng)

Di lakukan tiga kali dalam sekali membajak
-          Hulu air
-          Balai irigasi
-          Balai irigasi
-          Kenduri hutan

Di lakukan pada saat pembukaan lahan baru di hutan
Di kuburan tengku paya dua
-          Kenduri padang meurabe

Pada saat gotong royong dan memasukkan lembu
Di lingkungan padang meurabe
-          Kenduri pesta perkawinan
-           
Pada acara akad nikah dan terima suami istri
Di rumah yg bersangkutan
-          Kenduri kematian
-           
Pada saat org meninggal dan pada hari hari tertentu misalnya pada hari ke 14,30,44,100 dan setahun
Di rumah yg bersangkutan
-          Kenduri haqiqah
-           
Pada saat bayi lahir dan sunatan
Di rumah yg bersangkutan
-          Menyelesaikan masalah secara adat
-           
Semua masalah yg menyangkut pertikaian baik dalam rumah tangga maupun dalam masayarakat dengan cara ber musyawarah
Di meunasah / balai serba guna
-          Kenduri tolak bala bulan safar (ujung bulan muharram)
Di lakukan pada penghujung bulan muharram
Di mesjid
-          Bersih bersih gampong menjelang Ramadan
Di lakukan sebelum 2 hari Ramadan
Lokasi permukiman tempat tinggal
-          Kenduri Maulid
Di mulai dari 12 rabiul awal secara bergilir antar desa
Di meunasah
-          Dalail khairat
Sudah ada sejak dulu tapi sempat hilang , dan di rutinkan lagi karena semangat pemuda meunasah tunoeng
Di Meunasah setiap malam jumat


-           
B.     Gambaran Pengelolaan Sumberdaya alam Gampong Meunasah Tunoeng
Pengelolaan sumberdaya alam di Gampong Meunasah Tunoeng sangat dipengaruhi oleh aktifitas mata pencaharian masyarakat sehari-hari yang tergantung oleh sumberdaya alam tempatan. mayoritas aktifitas ekonomi masyarakat diperoleh dari bertani sawah, beternak , berkebun dan hasil-hasil hutan.  Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, cenderung tiap kk memiliki lebih dari satu aktifitas menyesuaikan kondisi iklim dan potensi alam yang ada.
Secara umum kawasan Pengelolaan sumberdaya alam oleh masyarakat Gampong Meunasah Tunoeng tidak dibatasi oleh wilayah gampong, namun terdapat kawasan-kawasan pengelolaan sumberdaya alam yang dikelola secara bersama dalam kesatuan Mukim. batasan Wilayah gampong merupakan wujud kesatuan pemukiman/tempat tinggal terdekat.
Kawasan pemanfaatan sumberdaya alam oleh masyarakat Gampong meunasah Tunoeng terbagi menjadi lima kawasan pemanfaatan, yaitu hutan, kebun rakyat, Padang Meurabe, persawahan, dan pemukiman tempat tinggal.  

Hutan
Kebun Rakyat
Pemukiman
Padang  Meurabe
Sawah





Gambar 1. Peta Sketsa Pemanfaatan Sumberdaya Alam oleh Gampong Meunasah Tunoeng

1.      Hutan

Kawasan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Gampong Meunasah Tunoeng terletak dalam kesatuan mukim Lamkabeu, ditempuh dari gampong Meunasah Tunoeng  + 7 kilo meter. Menurut status pengelolaannya, Kawasan hutan di mukim Lamkabeu dibagi menjadi tiga yaitu:
1.       Hutan lindung, dikelola oleh negara
2.       Hutan Tanaman industry . masuk mulai tahun 1987 ditanam kayu akasia, jabon, dan kayu..
3.       hutan rakyat, hutan yang pemanfaatannya oleh masyarakat mukim Lamkabee, seperti pengambilan madu hutan, rotan dan tanam padi ladang.
2.      Kebun Rakyat
Kebun rakyat mayoritas ditanam pohon Kemiri, Pinang dan coklat. Tiga komoditi tersebut merupakan andalan masyarakat Meunasah Tunoeng. Rata-rata kepemillikan kebun + 5 ha per orang. Kebun rakyat di Meunasah Teunong merupakan kebun campuran.
3.      Padang Meurabe
Merupakan kawasan penggembalaan ternak berfungsi untuk melepas ternak sapi dan kerbau pada saat musim tanam padi. Aturan :
Selama masa perkurungan ternak tidak ada yang boleh keluar dari padang meurabe . dan apabila keluar dan memakan padi masyarakat harus di bayar sesuai kebijakan yang di ambil tokoh masyarakat denga bedasarkan adat
4.      Sawah
Sawah di gampong meunasah tunoeng terbagi kepada 4 blok di antaranya :
- blang kathom
- blang geundreut
- blang mata ie
- blang lhok patah
Aturan : harus mengikuti gotong royong pada saat saat yg di tentukan oleh kejrun blang (pengurus sawah) dan juga pada bajak kali ke dua di bagi berdasarkan blok , dan membajaknya bergilir per tahun

5.      Pemukiman
Pemukiman Meunasah Tunoeng Di Bagi Menjadi 3 Dusun Di Antaranya :
- Dusun Ingin Maju
- Dusun Suka Maju
- Dusun Simpang Tiga
Di gampong Meunasah Tunoeng terdapat 1 mesjid sebagai pusat peribatan masyarakat mukim lamkabeu . dan juga 1 meunasah(musalla) , 1 balai serbaguna , kantor PKK , gudang desa dan sekolah SD




Kalender Musiman Gampong Meunasah Tunoeng
No
MUSIMAN
BULAN MASEHI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
PERSAWAHAN













Kenduri




 X2



X1




Bajak





X2


X1 
X1 



Tabor Benih





 X2




X1 


Tanam






X2




X2 

Panen


X1
X1




X2



 KEBUN













PANEN













Kemiri





X
X






Coklat
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X

Pinang
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X

Kelapa
X


X


X


X

X
3
TERNAK













BERANAK













Lembu






X
X





Kerbau






X
X





 Ternak masuk padang Merabe
 X
 x





 x
 x

Kebebasan ternak




x
x
x
x
x




Harga ternak tinggi





x
x
x
x
x


4
HUTAN













Madu






X
X
X
X
X


Rotan










X
X















Sarang Walet




X
X
X


























Kalender harian petani peternak
Jam
Suami
Istri
Anak
1
Istirahat (tidor)
Istirahat (tidor)
Istirahat (tidor)
2
===
===
===
3
===
===
===
4
===
===
===
5
===
===
===
6
½ 6 bangun salat sampai jam 7
½ 6 bangun salat dan masak
½ 6 bangun salat dan mandi
7
Ngopi di warung
Masak
Siap siap dan pergi sekolah
8
Pulang kerumah makan
Makan
Belajar
9
Kerja di sawah
Cuci pireng
===
10
===
Nyuci baju
Istirahat
11
===
===
½ 11 belajar
12
Istirahat
Istirahat dan masak
===
13
Salat dan makan
Salat dan makan
===
14
Kerja lagi di sawah
Pergi bantuin kesawah suami
Pulang sekolah
15
===
===
Istirahat
16
===
===
½ 4 keluar maen maen
17
Cari rumput untuk ternak
Pulang istirahat
===
18
Pulang dan mandi
½ 6 masak dan mandi
Pulang mandi siap siap ngaji
19
½ 7  lewat 15 salat
½ 7 lewat 15 salat
Salat dan ngaji
20
Istirahat  dan salat isya
Istirahat dan salat isya
===
21
½ 9Keluar ke warung ngopi
Nonton /nyetrika
Pulang ngaji dan belajar
22
Pulang istrirat (tidor)
Istirahat (tidor)
Istirahat (tidor)
23
===
===
===
24
===
===
===




C.      Perubahan-perubahan Pengelolaan Sumberdaya Alam, Peran Lembaga dan Upaya Baru Gampong
No
ADAT LAMA
PERUBAHAN ADAT
KETERANGAN
1
Membayar 2x lipat mas tunangan apabila pihak wanita membatalkan pertunangan dan mas tunangan hangus apabila pihak pria yg mambatalkan tanpa alasan dari kedua pihak
Melihat dulu keterangan dari kedua belas pihak dan bukti bukti yang memang mereka harus membatalkan pertunangan
Karena banyak org yg menjadi korban karena memang dia harus membatalkan pertunangan
Contoh
– sudah berkeluarga
- punya anak di luar nikah
2
Meletakkan makanan (take) di pintu air (hulu) setelah kenduri blang untuk makanan setan yg kelaparan agar tidak mengganggu sawah
Tidak di lakukan lagi
Karena banyak ulama /tokoh agama yang menganggap itu musyrik
3
Dulu petani cuma ber cocok tanam sekali dalam setahun
Sekarang sudah dua kali dalam setahun
Karena sudah ada kebijakan pemerintah untuk mengeluarkan bibit unggul dan juga pada saat menanam kali kedua apabila ada ternak yg makan padi tidak mendapatkan ganti rugi karena masa tersebut adalah hak hewan

4
Pengambilan madu di lakukan sekali dalam setahun
Skarang menjadi dua kali
Di karenakan ada pelatihan tentang cara mengambil madu
5
Pawang hutan
Sekarang tidak ada lagi
Di karena kan tidak ada generasi yg mau meneruskan untuk jadi pawang hutan

   D .Diagram Ven Hubungan Antar Kelembagaan Gampong Dan Mukim Terkait
hubungan
Meunasah tunoeng
Bayu
Ayon
Mangeu
Batee lhee
Meunasah tunoeng

-    Keagamaan
-    Saluran irigasi sawah
-    Perkebunan
-    Lokasi sawah
-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-    Hulu air persawahan
-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan
-    Padang gembala
-    Keagamaan
-    Perkebunan
-    Lokasi sawah
-    Hutan
Bayu


-    Keagamaan
-    Tali air persawahan
-    Perkebunan
-    Lokasi sawah
-     

-    Keagamaan
-    Hulu air persawahan
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan
-    Keagamaan
-    Perkebunan
-     
-     
-     
-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-     
-     
Ayon
-    Keagamaan
-    Lokasi persawahan
-    perkebunan
-     
-     
-    Keagamaan
-    Hulu air dan lokasi sawah
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan

-    Keagamaan
-    Lokasi persawahan
-    Perkebunan
-     
-     
-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-     
-     
Mangeu


-    Keagamaan
-    Persawahan
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan
-    Keagamaan
-    Perkebunan
-    Lokasi sawah
-     
-     
-    Keagamaan
-    perkebunan
-     
-     
-     

-    Keagamaan
-    Persawahan
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan
Batee lhee




-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan
-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-    Saluran irigasi
-     
-    Keagamaan
-    Hulu air
-    perkebunan
-     
-     
-    Keagamaan
-    Lokasi sawah
-    Perkebunan
-    Padang gembala
-    Hutan







Perubahan dan Kecenderungan Pengelolaan Sumberdaya Alam Gampong
Kondisi
Sebelum - 1995
1995 – 2000
2000 - 2005
2005 - 2010
2010 - 2015
2015 - 2020
Keterangan
Sapi/Leumo
XXX
X
X
XX
XXX
XXX
Mendapat program bantuan ternak sapi dari pemerintah kabupaten
Kerbau
XXX
X
X
XX
XX
X
Kerbau  sulit dikendalikan untuk dibawa pulang pemilik
Pengairan untuk Sawah
XXX
XXX
XX
XX
X
X
Penebangan liar di hutan lindung dan saluran air irigasi

Padang Merabe
XXX
XX
X
X
X
X
Pembukaan kebun di padang meurabe
Hutan
XX
XX
X
X
X
X
Perubahan kawasan hutan untuk kebun masyarakat








Kebun Rakyat







Kemiri
XXX
XXX
XXX
XX
X
habis
Dipengaruhi oleh hama benalu
Pisang
XXX
XXX
XXX
XXX
X
habis
Penyakit buah kering
Pepaya
XXX
XXX
XXX
XXX
X
habis
Penyakit daun keriting
Adat istiadat Gampong
XXX
XX
XX
XX
XX
XX

Keterangan : XXX banyak, XX Sedang, X Sedikit
   IV.            Kesimpulan dan Rekomendasi
Adanya penebangan kayu liar masyarakat semakin sulit untuk manfaatkan hasil alam yang berada di gampong tersebut, kemudian adanya pembukaan hutan untuk kebun dan HTI akibatnya hutan gundul, debit air berkurang, dan satwa yang ada di hutan pun turun kepemukiman dan menyerang tumbuhan atau tanaman serta hama seperti babi, tikus,dan burung pipit. Lalu Kemudian tidak ada bendungan air dari sumber atau saluran air belum memadai mengakibatkan sektor pertanian lumpuh dan hasil panen berkurang. Kemudian tambahnya lagi sebagian padang meurabe beralih fungsi menjadi kebun. Maka, menurunnya luas padang meurabe ini bisa berakibat, karena pakan ternak semakin menipis di padang meurabe. dan ini juga bisa menjadi konflik ternak turun ke sawah disaat musim tanam. Lalu aktifitas keluar masuk orang semakin tinggi sebab tidak adanya lagi pembatas atau pagar lintang, ini bisa berakibat  peracunan dan pencurian ternak.


Penutup


Tidak ada komentar:

Posting Komentar