PENGKAJIAN KEADAAN SUMBERDAYA ALAM GAMPONG MEUNASAH TUNOENG
PRAKTEK LAPANGAN
PELATIHAN PRA
I.
Latar Belakang
Pengkajian keadaan sumberdaya alam gampong
dilakukan dalam rangka praktek lapangan yang dilakukan dalam pelatihan PRA yang
diselenggarakan oleh YRBI bekerjasama dengan FFI . kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan pembekalan kepada pendamping dan calon pendamping dalam melakukan
kegiatan pendampingan kegiatan adaptasi dan imitigasi perubahan iklim dengan pendekatan
multipihak. Dalam kegiatan praktek
lapangan ini dilakukan pengkajian keadaan sumberdaya Gampong dengan melihat
perubahan-perubahan dalam pengelolaan sumberdaya alam yang dikelola oleh
masyarakat di tingkat gampong.
A. Tujuan dan
Sasaran
Tujuan
kegiatan adalah menggali perubahan-perubahan dalam pengelolaan sumberdaya alam
ditingkat gampong. Dengan sasaran yang ingin dicapai adalah:
1.
Diperolehnya
gambaran perubahan-perubahan dan aturan pengelolaan sumberdaya alam oleh
masyarakat
2.
Ditemukan
factor-faktor pendukung dan kendala yang mempengaruhi pengelolaan sumberdaya
alam oleh masyarakat
B. Metode dan Tehnik
Kajian
Pengkajian keadaan sumberdaya gampong dilakukan
dengan menggunakan metode dan teknik RRA dan PRA. Kajian yang dilakuan antara
lain:
-
Sejarah Asal
usul dan Kejadian Gampong dan Mukim
|
Tahun kejadian
|
kejadian
|
Keterangan
|
|
·
|
||
|
·
|
||
|
·
|
||
|
·
|
-
Transek
-
Kalender
Musim dan harian
-
Analisa
sebab akibat
-
Tabel
perubahan adat , peran lembaga adat dan upaya baru
|
Tahun
|
Peru
ahan aturan adat
|
Peran lembaga
adat
|
Upaya baru
(Inisiatif) yang dilakukan
|
-
Diagram ven
Hubungan antar kelembagaan Gampong dan Mukim terkait pengelolaan Sumberdaya
Alam
II.
Proses Kegiatan
Kegiatan
pengkajian dilakukan oleh tim dengan membagi tugas kajian, bertujuan untuk
mengoptimalkan waktu yang disediakan di lapangan. Adapun alur kegiatan yang
dilakukan di lapangan adalah sebagai berikut:
C.
Waktu
kegiatan
Waktu kegiatan dilakukan selama 4 (empat)
hari, dimulai dari tanggal 16 – 19 September 2015, dengan pembagian waktu
sebagai berikut:
D.
Pelaksana
Tim
pelaksana terdiri dari 5 orang yaitu:
Ketua : Yoes
Riza Maulidi
Anggota :
1.
Muhammad Idrus
2.
Mustofa Ali
3.
Reza Maulana
4.
Muhammad
Arifin
E.
Lokasi
Kegiatan
Praktek
lapangan dilakukan di Gampong Meunasah Tunoeng , Mukim Lamkabeu Kecamatan Seulimeum
Kabupaten Aceh Besar, Provinsi NAD.
III.
Hasil Kajian
A. Sejarah Asal
usul Gampong dan adat istiadat Gampong
Asal usul Gampong Meunasah Tunoeng berasal
dari Gampong Lamkabeu yang dulunya terdiri dari dua gampong, yaitu Lhamkeubeu
(Meunasah Tunoeng sekarang) terletak di pemukiman atas dan Meunasah Bate lee
terletak di pemukiman bawah. kemudian kemudian Gampong Lamkabeu dilakukan
pemekaran menjadi Gampong Meunasah Tunoeng dan Gampong Batee lhee. Di katakan
Batee Lhee karena jauh dari kampong tersebut dengan pasar atau jalan raya 3
Batu (3 Km) . orang zaman dahulu menyebut kilometer dengan bate (batu) maka
jadilah desa tersebut Batee Lhee.
Pada
zaman dahulu nama Lamkabeu diberi nama oleh Raja Teuku Panglima Polem. Awal
ceritanya ketika berjalan mengelilingi aceh dengan kerbau yang di kendarainya
terperosok masuk ke dalam lumpur. maka
Raja Teuku Panglima Polem berdiam di tempat itu tepatnya di Meunasah Tunoeng
sekarang. Di situlah Teuku Panglima Polem kemudian menamakan gampong tersebut
LHAM KEUBEU (kerbau tenggelam).
Pada zaman itu Teuku Panglima Polem melakukan
aktivitas sehari hari di gampong lamkabeu tepatnya meunasah tunoeng sekarang
.dan sampai sekarang meunasah tunoeng jadi pusat kegiatan dari Mukim lamkabeu.
di namakan meunasah tunoeng karena yg bepergian dari batee lhee sering menyebut
ke tunoeng (Atas).
Sejarah kepemimpinan gheucik dari masa ke masa sejak tahun 1945 sampai sekarang
yaitu:
1.
Harun 1945-1967
2.
Husen 1968-1973
3.
Ismail 1973-1977
4.
Harun 1977-1981
5.
Armia 1981-1986
6.
Harun 1986-1995
7.
Armia 1995-2000 Konflik RI dan GAM tahun
1998 s/d 2004
8.
Hasbi 2000-2004
9.
Maimun ahmad
2005-2011
10.
Jamaluddin 2011-2013 PJ keuchiek
11.
Samsol bahri 2013-sekarang
Pada tahun 1945 – 1967 gampong di pimpin oleh
keuchiek harun dan wakil keuchiek dalam bahasa aceh disebut waki yang pada saat
itu masih dalam penjajahan kolonial belanda , dan pada tahun 1943 – 1953
gampong masih di pimpin keuchiek harun , Indonesia telah merdeka beberapa tahun
dan nama waki diganti dengan sebutan sekretaris. kemudian pada tahun 1953 –
1992 gampong dipimpin oleh keuchiek sen , pada tahun 1992 – 1996 keuchik
gampong ismail sekretaris Marwan , pada tahun 1996 – 2004 masih keuchiek harun
dan sekretaris samsuar dalam keadaan konflik RI dan GAM , pada tahun 2004 –
2011 dipimpin oleh Maimun ahmad dan sekretaris Jamaluddin , dan pada tahun 2013
sampek sekarang di pimpin keuchiek Samsol Bahri dan sekretaris Jamaluddin.
Gampong Meunasah Teunong di dalam wilayah
Mukim Lamkabeu masih mempertahankan adat istiadat yang telah turun menurun dari
nenek moyang kerajaan. Adat istiadat yang masih berjalan diantaranya adalah:
|
Adat
istiadat
|
Keterangan
|
Lokasi
|
|
-
Kenduri
blang (balee lueng)
|
Di lakukan
tiga kali dalam sekali membajak
|
-
Hulu air
-
Balai
irigasi
-
Balai
irigasi
|
|
-
Kenduri
hutan
|
Di lakukan
pada saat pembukaan lahan baru di hutan
|
Di kuburan
tengku paya dua
|
|
-
Kenduri
padang meurabe
|
Pada saat
gotong royong dan memasukkan lembu
|
Di
lingkungan padang meurabe
|
|
-
Kenduri
pesta perkawinan
-
|
Pada acara
akad nikah dan terima suami istri
|
Di rumah
yg bersangkutan
|
|
-
Kenduri
kematian
-
|
Pada saat
org meninggal dan pada hari hari tertentu misalnya pada hari ke 14,30,44,100
dan setahun
|
Di rumah
yg bersangkutan
|
|
-
Kenduri
haqiqah
-
|
Pada saat
bayi lahir dan sunatan
|
Di rumah
yg bersangkutan
|
|
-
Menyelesaikan
masalah secara adat
-
|
Semua
masalah yg menyangkut pertikaian baik dalam rumah tangga maupun dalam
masayarakat dengan cara ber musyawarah
|
Di
meunasah / balai serba guna
|
|
-
Kenduri
tolak bala bulan safar (ujung bulan muharram)
|
Di lakukan
pada penghujung bulan muharram
|
Di mesjid
|
|
-
Bersih
bersih gampong menjelang Ramadan
|
Di lakukan
sebelum 2 hari Ramadan
|
Lokasi
permukiman tempat tinggal
|
|
-
Kenduri
Maulid
|
Di mulai
dari 12 rabiul awal secara bergilir antar desa
|
Di
meunasah
|
|
-
Dalail
khairat
|
Sudah ada
sejak dulu tapi sempat hilang , dan di rutinkan lagi karena semangat pemuda
meunasah tunoeng
|
Di
Meunasah setiap malam jumat
|
-
B. Gambaran
Pengelolaan Sumberdaya alam Gampong Meunasah Tunoeng
Pengelolaan
sumberdaya alam di Gampong Meunasah Tunoeng sangat dipengaruhi oleh aktifitas
mata pencaharian masyarakat sehari-hari yang tergantung oleh sumberdaya alam
tempatan. mayoritas aktifitas ekonomi masyarakat diperoleh dari bertani sawah,
beternak , berkebun dan hasil-hasil hutan.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, cenderung tiap kk memiliki
lebih dari satu aktifitas menyesuaikan kondisi iklim dan potensi alam yang ada.
Secara umum
kawasan Pengelolaan sumberdaya alam oleh masyarakat Gampong Meunasah Tunoeng
tidak dibatasi oleh wilayah gampong, namun terdapat kawasan-kawasan pengelolaan
sumberdaya alam yang dikelola secara bersama dalam kesatuan Mukim. batasan
Wilayah gampong merupakan wujud kesatuan pemukiman/tempat tinggal terdekat.
Kawasan
pemanfaatan sumberdaya alam oleh masyarakat Gampong meunasah Tunoeng terbagi
menjadi lima kawasan pemanfaatan, yaitu hutan, kebun rakyat, Padang Meurabe,
persawahan, dan pemukiman tempat tinggal.
|
Hutan
|
|
Kebun Rakyat
|
|
Pemukiman
|
|
Padang Meurabe
|
|
Sawah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Gambar 1.
Peta Sketsa Pemanfaatan Sumberdaya Alam oleh Gampong Meunasah Tunoeng
1. Hutan
Kawasan
hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Gampong Meunasah Tunoeng terletak dalam
kesatuan mukim Lamkabeu, ditempuh dari gampong Meunasah Tunoeng + 7 kilo meter. Menurut status
pengelolaannya, Kawasan hutan di mukim Lamkabeu dibagi menjadi tiga yaitu:
1.
Hutan
lindung, dikelola oleh negara
2.
Hutan
Tanaman industry . masuk mulai tahun 1987 ditanam kayu akasia, jabon, dan
kayu..
3.
hutan rakyat,
hutan yang pemanfaatannya oleh masyarakat mukim Lamkabee, seperti pengambilan
madu hutan, rotan dan tanam padi ladang.
2. Kebun Rakyat
Kebun rakyat
mayoritas ditanam pohon Kemiri, Pinang dan coklat. Tiga komoditi tersebut
merupakan andalan masyarakat Meunasah Tunoeng. Rata-rata kepemillikan kebun +
5 ha per orang. Kebun rakyat di Meunasah Teunong merupakan kebun campuran.
3. Padang Meurabe
Merupakan
kawasan penggembalaan ternak berfungsi untuk melepas ternak sapi dan kerbau
pada saat musim tanam padi. Aturan :
Selama masa
perkurungan ternak tidak ada yang boleh keluar dari padang meurabe . dan
apabila keluar dan memakan padi masyarakat harus di bayar sesuai kebijakan yang
di ambil tokoh masyarakat denga bedasarkan adat
4. Sawah
Sawah di
gampong meunasah tunoeng terbagi kepada 4 blok di antaranya :
- blang
kathom
- blang
geundreut
- blang mata
ie
- blang lhok
patah
Aturan :
harus mengikuti gotong royong pada saat saat yg di tentukan oleh kejrun blang
(pengurus sawah) dan juga pada bajak kali ke dua di bagi berdasarkan blok , dan
membajaknya bergilir per tahun
5. Pemukiman
Pemukiman
Meunasah Tunoeng Di Bagi Menjadi 3 Dusun Di Antaranya :
- Dusun
Ingin Maju
- Dusun Suka
Maju
- Dusun
Simpang Tiga
Di gampong
Meunasah Tunoeng terdapat 1 mesjid sebagai pusat peribatan masyarakat mukim
lamkabeu . dan juga 1 meunasah(musalla) , 1 balai serbaguna , kantor PKK ,
gudang desa dan sekolah SD
Kalender
Musiman Gampong Meunasah Tunoeng
|
No
|
MUSIMAN
|
BULAN MASEHI
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
|||
|
1
|
PERSAWAHAN
|
|||||||||||||
|
|
Kenduri
|
|
|
|
|
X2
|
|
|
X1
|
|
|
|||
|
|
Bajak
|
|
|
|
|
|
X2
|
|
X1
|
X1
|
|
|||
|
|
Tabor
Benih
|
|
|
|
|
|
X2
|
|
|
|
X1
|
|||
|
|
Tanam
|
|
|
|
|
|
|
X2
|
|
|
|
X2
|
||
|
|
Panen
|
|
|
X1
|
X1
|
|
|
|
|
X2
|
|
|
|
|
|
2
|
KEBUN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PANEN
|
||||||||||||||
|
|
Kemiri
|
|
|
|
|
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Coklat
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
|
Pinang
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
|
Kelapa
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
|
X
|
|
X
|
|
|
3
|
TERNAK
|
|||||||||||||
|
BERANAK
|
||||||||||||||
|
|
Lembu
|
|
|
|
|
|
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
Kerbau
|
|
|
|
|
|
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
Ternak
masuk padang Merabe
|
X
|
x
|
x
|
x
|
|
|
|
|
|
x
|
x
|
x
|
|
|
Kebebasan
ternak
|
x
|
x
|
x
|
x
|
x
|
|||||||||
|
Harga
ternak tinggi
|
x
|
x
|
x
|
x
|
x
|
|||||||||
|
4
|
HUTAN
|
|||||||||||||
|
|
Madu
|
|
|
|
|
|
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
|
|
Rotan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
X
|
|
|
|
Sarang Walet
|
|
|
|
|
X
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
Kalender
harian petani peternak
|
Jam
|
Suami
|
Istri
|
Anak
|
|
1
|
Istirahat (tidor)
|
Istirahat (tidor)
|
Istirahat (tidor)
|
|
2
|
===
|
===
|
===
|
|
3
|
===
|
===
|
===
|
|
4
|
===
|
===
|
===
|
|
5
|
===
|
===
|
===
|
|
6
|
½ 6 bangun salat sampai jam 7
|
½ 6 bangun salat dan masak
|
½ 6 bangun salat dan mandi
|
|
7
|
Ngopi di warung
|
Masak
|
Siap siap dan pergi sekolah
|
|
8
|
Pulang kerumah makan
|
Makan
|
Belajar
|
|
9
|
Kerja di sawah
|
Cuci pireng
|
===
|
|
10
|
===
|
Nyuci baju
|
Istirahat
|
|
11
|
===
|
===
|
½ 11 belajar
|
|
12
|
Istirahat
|
Istirahat dan masak
|
===
|
|
13
|
Salat dan makan
|
Salat dan makan
|
===
|
|
14
|
Kerja lagi di sawah
|
Pergi bantuin kesawah suami
|
Pulang sekolah
|
|
15
|
===
|
===
|
Istirahat
|
|
16
|
===
|
===
|
½ 4 keluar maen maen
|
|
17
|
Cari rumput untuk ternak
|
Pulang istirahat
|
===
|
|
18
|
Pulang dan mandi
|
½ 6 masak dan mandi
|
Pulang mandi siap siap ngaji
|
|
19
|
½ 7 lewat 15 salat
|
½ 7 lewat 15 salat
|
Salat dan ngaji
|
|
20
|
Istirahat dan salat isya
|
Istirahat dan salat isya
|
===
|
|
21
|
½ 9Keluar ke warung ngopi
|
Nonton /nyetrika
|
Pulang ngaji dan belajar
|
|
22
|
Pulang istrirat (tidor)
|
Istirahat (tidor)
|
Istirahat (tidor)
|
|
23
|
===
|
===
|
===
|
|
24
|
===
|
===
|
===
|
C.
Perubahan-perubahan Pengelolaan Sumberdaya
Alam, Peran Lembaga dan Upaya Baru Gampong
|
No
|
ADAT LAMA
|
PERUBAHAN
ADAT
|
KETERANGAN
|
|
1
|
Membayar 2x lipat mas tunangan apabila
pihak wanita membatalkan pertunangan dan mas tunangan hangus apabila pihak
pria yg mambatalkan tanpa alasan dari kedua pihak
|
Melihat dulu keterangan dari kedua belas
pihak dan bukti bukti yang memang mereka harus membatalkan pertunangan
|
Karena banyak org yg menjadi korban karena
memang dia harus membatalkan pertunangan
Contoh
– sudah berkeluarga
- punya anak di luar nikah
|
|
2
|
Meletakkan makanan (take) di pintu air
(hulu) setelah kenduri blang untuk makanan setan yg kelaparan agar tidak
mengganggu sawah
|
Tidak di lakukan lagi
|
Karena banyak ulama /tokoh agama yang
menganggap itu musyrik
|
|
3
|
Dulu petani cuma ber cocok tanam sekali
dalam setahun
|
Sekarang sudah dua kali dalam setahun
|
Karena sudah ada kebijakan pemerintah untuk
mengeluarkan bibit unggul dan juga pada saat menanam kali kedua apabila ada
ternak yg makan padi tidak mendapatkan ganti rugi karena masa tersebut adalah
hak hewan
|
|
4
|
Pengambilan madu di lakukan sekali dalam
setahun
|
Skarang menjadi dua kali
|
Di karenakan ada pelatihan tentang cara
mengambil madu
|
|
5
|
Pawang hutan
|
Sekarang tidak ada lagi
|
Di karena kan tidak ada generasi yg mau
meneruskan untuk jadi pawang hutan
|
D .Diagram Ven Hubungan Antar Kelembagaan
Gampong Dan Mukim Terkait
|
hubungan
|
Meunasah tunoeng
|
Bayu
|
Ayon
|
Mangeu
|
Batee lhee
|
|
Meunasah tunoeng
|
|
- Keagamaan
- Saluran irigasi sawah
- Perkebunan
- Lokasi sawah
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
- Hulu air persawahan
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
- Padang gembala
- Keagamaan
- Perkebunan
- Lokasi sawah
- Hutan
|
|
Bayu
|
- Keagamaan
- Tali air persawahan
- Perkebunan
- Lokasi sawah
-
|
- Keagamaan
- Hulu air persawahan
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
- Keagamaan
- Perkebunan
-
-
-
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
-
-
|
|
|
Ayon
|
- Keagamaan
- Lokasi persawahan
- perkebunan
-
-
|
- Keagamaan
- Hulu air dan lokasi sawah
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
- Keagamaan
- Lokasi persawahan
- Perkebunan
-
-
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
-
-
|
|
|
Mangeu
|
- Keagamaan
- Persawahan
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
- Keagamaan
- Perkebunan
- Lokasi sawah
-
-
|
- Keagamaan
- perkebunan
-
-
-
|
- Keagamaan
- Persawahan
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
|
|
Batee lhee
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
- Saluran irigasi
-
|
- Keagamaan
- Hulu air
- perkebunan
-
-
|
- Keagamaan
- Lokasi sawah
- Perkebunan
- Padang gembala
- Hutan
|
Perubahan dan Kecenderungan
Pengelolaan Sumberdaya Alam Gampong
|
Kondisi
|
Sebelum -
1995
|
1995 –
2000
|
2000 -
2005
|
2005 -
2010
|
2010 -
2015
|
2015 -
2020
|
Keterangan
|
|
Sapi/Leumo
|
XXX
|
X
|
X
|
XX
|
XXX
|
XXX
|
Mendapat
program bantuan ternak sapi dari pemerintah kabupaten
|
|
Kerbau
|
XXX
|
X
|
X
|
XX
|
XX
|
X
|
Kerbau sulit dikendalikan untuk dibawa pulang
pemilik
|
|
Pengairan
untuk Sawah
|
XXX
|
XXX
|
XX
|
XX
|
X
|
X
|
Penebangan
liar di hutan lindung dan saluran air irigasi
|
|
Padang
Merabe
|
XXX
|
XX
|
X
|
X
|
X
|
X
|
Pembukaan
kebun di padang meurabe
|
|
Hutan
|
XX
|
XX
|
X
|
X
|
X
|
X
|
Perubahan
kawasan hutan untuk kebun masyarakat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kebun
Rakyat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kemiri
|
XXX
|
XXX
|
XXX
|
XX
|
X
|
habis
|
Dipengaruhi
oleh hama benalu
|
|
Pisang
|
XXX
|
XXX
|
XXX
|
XXX
|
X
|
habis
|
Penyakit
buah kering
|
|
Pepaya
|
XXX
|
XXX
|
XXX
|
XXX
|
X
|
habis
|
Penyakit
daun keriting
|
|
Adat
istiadat Gampong
|
XXX
|
XX
|
XX
|
XX
|
XX
|
XX
|
|
Keterangan : XXX banyak, XX Sedang, X Sedikit
IV.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Adanya penebangan kayu
liar masyarakat semakin sulit untuk manfaatkan hasil alam yang berada di
gampong tersebut, kemudian adanya pembukaan hutan untuk kebun dan HTI akibatnya
hutan gundul, debit air berkurang, dan satwa yang ada di hutan pun turun
kepemukiman dan menyerang tumbuhan atau tanaman serta hama seperti babi,
tikus,dan burung pipit. Lalu Kemudian tidak ada bendungan air dari sumber atau
saluran air belum memadai mengakibatkan sektor pertanian lumpuh dan hasil panen
berkurang. Kemudian tambahnya lagi sebagian padang meurabe beralih fungsi
menjadi kebun. Maka, menurunnya luas padang meurabe ini bisa berakibat, karena
pakan ternak semakin menipis di padang meurabe. dan ini juga bisa menjadi
konflik ternak turun ke sawah disaat musim tanam. Lalu aktifitas keluar masuk
orang semakin tinggi sebab tidak adanya lagi pembatas atau pagar lintang, ini
bisa berakibat peracunan dan pencurian
ternak.
Penutup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar